Upgrade KerneL


Ada banyak alasan mengapa kita harus upgrade kernel, berhubung saat ini saya sedang mengupgrade kernel di slackware 12.0 dari kernel 2.6.21.5 ke kernel 2.6.24.3 dikarenakan ingin mencoba kernel baru hueheuehu.. Jadi saya share aja langkah-langkahnya, mohon dikoreksi ya kalo ada yg tertinggal.. CMIIW!!
1. Langkah pertama adalah login sebagai root kemudian download/copy source kernel terbaru kedalam direktori anda
$ wget -c http://www.kernel.org/pub/linux/kernel/v2.6/linux-2.6.24.3.bz2

– Lalu source di ekstrak ke dalam direktori /usr/src

$ tar -jxvf linux-2.6.24.3.bz2 -C /usr/src

– Sehingga akan terbuat direktori linux-2.6.24.3

– Buat symbolic link direktori linux-2.6.24.3 ke direktori linux

$ rm -rf linux

$ ln -s linux-2.6.24.3 linux

– Pindah ke direktori linux

$ cd /usr/src/linux

2. Langkah kedua yaitu mengkonfigurasi dan mengkompile modul kernel di direktori linux

– Jika ingin menghapus konfigurasi .config yg sudah ada maka jalankan:

$ make mrproper

– Selanjutnya konfigurasi kernel dengan:

$ make menuconfig

atau bisa juga dengan mode GUI:

$ make xconfig

Setelah keluar menu konfigurasi kernel, nah disinilah yg rada-rada ngejelimet dan menggairahkan^^. Perhatikan baik-baik konfigurasi apa saja yg akan diinstall saat di kompile (built in), atau yg hanya akan dijadikan module saat di kompile atau bahkan dihilangkan, sesuai dengan hardware yg dimiliki. Jika memilih kernel yg akan di jadikan built in (simbol *) pilih menu dengan shorcut ‘Y’ atau dengan ‘space bar’, jika kernel hanya akan dijadikan module (simbol M) pilih menu dengan shorcut ‘M’, dan shorcut ‘N’ untuk membatalkan. Juga terdapat submenu dengan Simbol ‘—–>’ merupakan submenu pilihan yg jgn sampai dilewatkan (jika memerlukannya). Yg perlu diperhatikan adalah pada bagian hardware driver:

– Loadable module support

– Processor type and features

– General setup

– Paralel port support

– Plug and play configuration

– Block device

– Multi-device support (jika memakai hardware dg sistem RAID)

– Networking option

– SCSI support

– Network device support

– File system

– Multimedia device

– USB support

– dan lainnya

Setelah selesai konfigurasi, keluar dari menu konfigurasi lalu simpan dengan nama .config

3. Langkah ketiga yaitu mengkompile hasil konfigurasi anda.

– Sebelum proses kompilasi set semua dependensi dari modul-modul tersebut:

$ make dep

$ make clean

– Setelah itu kompilasi modul kernel dan mengistallnya:

$ make modules

$ make modules_install

– Setelah selesai (dengan asumsi tidak ada error saat mengkompile) buat Image dari modul kernel yg sudah dibuat:

$ make bzImage

– Atau jika anda sudah yakin tidak ada error saat mengkompile, anda dapet melakukan langkah diatas dalam satu perintah:

$ make dep && make clean && make modules && make modules_install && make bzImage

– Tunggu hingga proses selesai karena memang memakan waktu yg agak lama😀, lamanya proses bergantung kepada jenis prosessor dan memori yg anda miliki. jadi…ya sabar aja bisa sambil minum kopi, baca koran, atau yg laen.

– Sehingga setelah itu akan terbuat file bzImage pada direktori : /usr/src/linux-2.6.24.3/arch/x86/boot/bzImage

4. Langkah keempat yaitu mengkonfigurasi bootloader.

– Sebelum mengkonfigurasi bootloader salin file kernel yg barui dikompilasi (bzImage) dan file System.map ke dalam direktori /boot :

$ cp /usr/src/linux-2.6.24.3/arch/x86/boot/bzImage /boot/vmlinuz-2.6.24.3

$ cp /usr/src/linux-2.6.24.3/System.map /boot/System.map

a. Jika menggunakan lilo sebagai bootloader, konfigurasi file /etc/lilo.conf

$ vi /etc/lilo.conf

dengan menambahkan baris berikut (dengan asumsi root ada di /dev/sda1) sesuaikan dengan letak partisi root anda:

image=/boot/vmlinuz-2.6.24.3

label=linux-2.6.24.3

root=/dev/sda1

read-only

jika sudah simpan /etc/lilo.conf dan untuk mengeceknya jalankan perintah:

$ lilo -v

b. Jika menggunakan grub sebagai bootloader:

– Edit file /etc/grub.conf dan tambahkan baris berikut (sesuaikan root dengan letak root partisi anda):

title Red Hat Linux (2.6.24.3)

root (hd0, 0)

kernel /boot/vmlinuz-2.6.24.3 ro root=/dev/sda1

5. Langkah kelima, Reboot system anda lalu pilih kernel yg baru pada saat booting. Dan berdoalah semoga konfigurasi anda berjalan dengan semestinya tanpa ada ‘kernel panic’ dan error-error lainnya :))

– Setelah reboot anda bisa memeriksa apakah anda sudah berjalan di kernel baru/tidak dengan:

$ uname -a

– Anda juga bisa memeriksa apakah kernel berjalan dengan semestinya atau tidak dengan perintah:

$ dmesg

Akhirnya selesai.. berhasil.. berhasil.. horee.. horee!! semoga anda juga berhasil😛, saya mau tidur dulu.. mata udah 5 watt, sementara waktu menunjukkan pukul 5 pagi, rokok abis, kopi abis T_T…. warung belom buka pula (*dumplang*).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: